Minggu, 09 Oktober 2016

Perbaikan citra olahan PT. Nabisco yang mengandung melamin pada produk Oreo

Mata Kuliah        : Etika Bisnis
Sub Pokok           : Prinsip kejujuran

Bahasan

Perbaikan citra olahan PT. Nabisco yang mengandung melamin pada produk Oreo

Apakah anda ingat dengan kasus permen susu yang mengandung melamin dari Cina ? kasus yang cukup heboh karena mengakibatkan banyak produk makanan dari Cina yang menggunakn susu ditarik dari peredarannya dan dilarang keras untuk di konsumsi, tidak terkecuali di  Indonesia yang merupakan tujuan ekspor produk Cina.

Tapi masalah yang lain pun muncul, dikarenakan banyak produk maknan dari CIna yang ditarik mengakibatkan beberapa produsen merugi karena bisa dibilang ini menjadi pencemaran nama baik. Dari beberapa produk yang disebut mengandung melamin adalah Oreo, siapa yang tidak kenal dan menyukai produk ini.

“Diputar…dijilat…terus dicelupin” iklan Oreo tersebut sangat dikenal masyarakat luas, tetapi karena kasus melaminm berakibat penjualan Oreo menurun, maka strategi marketing pun dilakukan untuk mengubah kesan negative tersebut.

Pada awalnya saya sering melihat iklan – iklan Oreo tetap ditayangkan di televisi, namun pada akhir iklannya ditambah dengan kata – kata “Bangga buatan Indonesia”, nah sepertinya Oreo menyadari betul bahwa kasus susu yang mengandung melamin sudah mempengaruhi brand image mereka di mata masyarakat,  bahwa Oreo yang di jual dan di konsumsi di Indonesia adalah produk dari Cina.

Baru – baru ini saya melihat lagi iklan Oreo yang lain, dan menurut saya tehnik marketing komunikasi yang digunakan pada iklan kali ini lebih kena dibandingkan iklan sebelumnya. Iklan tersebut menceritakan tentang seorang ayah yang diperankan oleh Ferdi Hasan sedang mengobrol santai dengan kedua anaknya dan mengetahui yang terbaik bagi kedua anaknya tersebut, sambal memberikan Oreo.

Sepertinya Oreo sudah sangat tepat memilih Ferdi Hasan sebagai endorser dalam iklannya. Ferdi Hasan dapat mewakili kesan orang tua yang sayang keluarga terutama kedua anaknya, dan selam ini ia juga dianggap sosok yang “smart”, “friendly” dan jauh dari gosip – gosip negatif yang banyak menimpa kalangan artis.

Biasanya dalam sebuah iklan ada yang banyak menggunakan kartun atau musik. Bobot iklannnnya tidak terpusat pada sebuah penjelasan mengenai produk tersebut.

Tapi iklan Oreo versi ini berbeda, bisa dilihat kalau iklan – iklan Oreo sebelumnya diceritakan aktifitas anak – anak dalam makan Oreo, ada yang dijilat, kemudian dicelupkan kedalam susu, baru kemudian dimakan.

Pada iklan Oreo versi terbaru ini, jalan cerita iklan justru dititik beratkan pada penjelasan Ferdi Hasan tentang bagaimana awalnya dia ragu, kemudian mendatangi pabrik pembuatan Oreo, sampai kemudian yakin bahwa produk Oreo yang ada di Indonesia adalah produk yang di produksi di dalam negri bukan di Cina.

Sepertinya Oreo ingin mengiring presepsi masyarakat bahwa Oreo yang ada di Indonesia, bukan berasal dari Cina, tapi di produksi dari dalam negri, tidak mengandung melamin dan aman untuk di konsumsi. Cukup menarik karena terlihat sekali Oreo berusaha keras membersihkan image produknya yang sempat tercemar.

Dalam marketing komunikasi itu ada beberapa pertimbangan yang digunakan untuk melakukan sebuah komunikasi pemasaran dan menurut pendapat saya solusi yang sudah dijalankan Oreo sudah cukup baik, diantaranya:

Pertama, Oreo sudah mengidentifikasi itu ada beberapa pertimbangan yang digunakan untuk melakukan sebuah komunikasi oleh anak – anak, namun kebanyakan yang menentukan pembelian suatu produk untuk anak - anaknya adalah orang tua. Apalagi rata – rata anak kecil tidak paham dengan kasus melamin yang terkandung pada permen susu, sehingga kalau mau menggiring presepsi bahwa produk Oreo yang ada di Indonesia itu sehat, ya harus menggiring presepsi orang tua pada anak tersebut, agar tetap ingin membeli Oreo tanpa beralih ke produk yang lain.

Kedua, menentukan tujuan komunikasi. Iklan Oreo yang menampilkan Ferdi Hasan ini, tujuannya sangat jelas ingin menyampaikan kepada audiens terutama para orang tua, bahwa oreo tetap aman untuk di konsumsi dan juga tidak perlu khawatir karena Ferdi Hasan ikut memeriksa pabrik pembuatan Oreo dan memastikan kebersihan produk Oreo di Indonesia.

Ketiga, merancang pesan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa iklan Oreo dulunya sangat kental dengan nuansa yang menggambarkan cara enak memakan Oreo. Tapi pada iklan kali ini, cara enak tersebut diletakan di bagian akhir pada iklan tersebut. Iklan tersebut lebih menjelaskan  pada pesan bahwa Oreo yang ada di Indonesia itu tetap aman untuk dikonsumsi. Jujur iklan ini memang iklan yang tidak pas untuk anak kecil, karena itulah saya mengatkan bahwa audiens sasaran dari iklan Oreo versi terbaru ini adalah orang tua bukan anak – anak.

Inilah sebabnnya, mereka membuat iklan yang menggambarkan Ferdi Hasan sayang kepada anaknya, karena sayang kepada anaknya Ferdi hasan hanya mau memberikan makanan yang disukai oleh kedua anaknya dan tentunya makanan yang sehat, ferdi hasan tahu anak – anak nya suka Oreo, karena itu dia ingin Oreo yang di makan oleh anak – anaknya adalah Oreo yang di produksi di Indonesia aman dari melamin, semuanya itu dilakukan karena Ferdi Hasan sangat mencintai kedua anaknya.

Kesimpulan:

Menurut saya kasus ini pantas di dibahas pada sub bab yang berjudul tentang prinsip kejujuran karena iklan yang ditampilkan cukup meyakinkan , apalagi bila dilihat dari versi sebelumnya, dimana Oreo tetap menampilkan iklan dengan jalan cerita yang menggambarkan bagaimana cara enak makan Oreo, kemudian ditambah dengan ditampilkannya Ferdi Hasan yang mengunjungi pabrik Oreo dan juga menambah kepercayaan dengan kata - kata “Bangga buatan Indonesia” seolah – olah iklan ini menyampaikan Oreo tetap eksis sebagai produk makanan untuk anak – anak yang masih digemari.


http://vikri-haryo-seno.blogspot.co.id/2009/12/perbaikan-citra-oreo-setelah-kasus.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar